Saturday, December 09, 2006

untitled

Sebuah tulisan karya indah seorang penulis, it's very touching.. :D


***
Jikalah Pada Akhirnya
-
Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,
Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.
-
Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa tidak dinikmati saja,
Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.
-
Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,
Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.
-
Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,
Sedang menahan diri adalah lebih berpahala.
-
Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,
Sedang taubat itu lebih utama.
-
Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,
Sedang kedermawanan justru akan melipat gandakannya.
-
Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti membusung dada dan membuat kerusakan di dunia,
Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia agar sejahtera.
-
Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,
Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti.
-
Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dirasakan sendiri,
Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna.
-
Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,
Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.
-
Suatu hari nanti, Saat semua telah menjadi masa lalu
Aku ingin ada di antara mereka
Yang bertelekan di atas permadani
Sambil bercengkerama dengan tetangganya
Saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu
hingga mereka mendapat anugerah itu.
-
Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita, namun aku tetap berusaha senantiasa bersyukur dan bersabar. Dan ternyata, derita itu hanya sekejap saja dan cuma seujung kuku, di banding segala nikmat yang kuterima di sini
Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi, namun aku bertobat dan tak mengulang lagi hingga maut menghampiri.
-
Dan ternyata, ampunan-Nya seluas alam raya, hingga sekarang aku berbahagia
Suatu hari nanti ketika semua telah menjadi masa lalu aku tak ingin ada di antara merekaYang berpeluh darah dan berkeluh kesah
Andai di masa lalu mereka adalah tanah saja.
-
Duhai! harta yang dahulu kukumpulkan sepenuh raga,
ilmu yang kukejar setinggi langit, kini hanyalah masa lalu yang tak berarti.
Mengapa dulu tak kubuat menjadi amal jariah
yang dapat menyelamatkanku kini?
-
Duhai! nestapa, kecewa, dan luka yang dulu kujalani, ternyata hanya sekejap saja dibanding sengsara yang harus kuarungi kini.
Mengapa aku dulu tak sanggup bersabar meski hanya sedikit jua?
***

Afwan, aku lupa ngga mencantumkan nama dicari-cari ngga ketemu, yang jelas beliau adalah Ketua Forum Lingkar Pena Wilayah DKI.
Syukron Katsiir, JazakaLlah Khoir Katsir atas tausiyahnya..


Juga JazakumuLlah Khoir Katsir buat sahabat..
Yang menyediakan bahu untuk bersandar, mengulurkan tangan saat dibutuhkan, memberikan pelukan hangat, sentilan untuk perbaikan, dorongan untuk tegar dan mengingatkan bahwa Rahman dan RahimNya sangat luas...

No comments:

Post a Comment